Penyebab kulit berminyak

KULITMU BERMINYAK?
SUDAH TAHU APA PENYEBABNYA?

Kulit berminyak adalah salah satu masalah kulit wajah yang sering dialami oleh banyak orang.

Kulit berminyak adalah salah satu kondisi dimana kelenjar yang ada pada kulit memproduksi sebum yang berlebih. Sebum yang berlebihan dapat menyebabkan kulit berminyak, pori-pori besar dan jerawat.

Fungsi minyak pada kulit wajah sebetulnya penting untuk menjaga kulit tetap lembut dan lembab. Namun minyak yang berlebihan pada kulit juga bisa memunculkan masalah kulit yang lainnya seperti jerawat, komedo dan pori-pori besar.

Tetapi ada juga kebiasaan sehari-hari yang justru membuat kulit wajah lebih berminyak. Dan kebiasaan-kebiasaan ini justru tidak di sadari oleh kita yang akhirnya dapat memicu minyak berlebih. Menghilangkan sebum atau minyak alami di wajah secara agresif akan menyebabkan lebih banyak minyak di produksi.

Berikut ini kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kulit berminyak yang dikutip dari liputan6(dot)com.

1. MENCUCI MUKA LEBIH DARI DUA KALI

Mencuci muka memang penting untuk membersihkan wajah dari debu, kotoran, minyak dan sisa make up. Saat wajah kita terlihat berminyak, pasti kita merasa tidak nyaman dan ingin segera mencuci muka agar minyak di wajah kita hilang. Tapi perlu diketahui juga bahwa mencuci muka terlalu sering atau lebih dari dua kali akan menyebabkan wajah menjadi kering dan justru bereaksi untuk menghasilkan minyak berlebih.

Mencuci muka yang baik itu cukup dua kali saja dalam sehari. Mencuci muka di pagi hari untuk menyegarkan dan menyiapkan kulit untuk beraktivitas. Dan mencuci muka di malam hari untuk membersihkan kulit wajah dari debu, kotoran dan riasan wajah selama seharian.

Hindari mencuci muka dengan sabun yang mengandung fragrance atau parfum, pelembab tambahan atau bahan kimia keras yang dapat mengeringkan kulit. Sebaiknya gunakan sabun wajah yang mengandung bahan alami seperti madu, ekstrak vit C, dan VCO yang dapat melembabkan kulit wajah secara alami.

2. MENYEPELEKAN PELEMBAB WAJAH

Pernahkan anda merasa bahwa kulit yang berminyak tidak membutuhkan pelembab?

Sebenarnya, melewatkan penggunaan pelembab bisa menyebabkan kulit berminyak. Hal ini terjadi karena pelembab bekerja untuk meminimalkan persepsi kulit bahwa ia terlalu kering. Pelembab wajah juga membantu kulit wajah agar tetap lembut dan lembab. Dan menjaga kulit wajah tetap terhidrasi dan memperlambat produksi sebum.

3. MENGGUNAKAN PRODUK YANG MENYUMBAT PORI

Jika kulit sudah terlalu banyak memproduksi minyak, hindari produk-produk yang dapat menghalangi kelenjar minyak, folikel rambut atau pori-pori yang akan menimbulkan jerawat dan komedo. Pilihlah produk perawatan kulit yang tidak mengandung komedogenik atau non comedogenik. Artinya produk ini tidak akan menyumbat pori-pori dan menjebak minyak didalam pori.

4. MENGGUNAKAN SCRUB TERLALU KUAT

Scrubbing atau pengelupasan kulit memang penting di lakukan untuk mengagkat sel-sel kulit yang mati dan kotoran. Namun jika terlalu sering dan terlalu kuat kulit akan merespons secara alami untuk memproduksi minyak. Scrubbing terlalu kuat juga akan mengikis kulit dan menyebabkan iritasi.

Jadi gunakan scrub seperlunya saja ya. Alih-alih scrub yang terlalu kuat, cobalah untuk menggunakan perawatan asam salisat, yaitu lipofilik yang dapat melarutkan minyak. Zat ini mampu menembus pori-pori dan mengeringkan kulit berminyak. Namun penggunaannya juga tidak boleh berlebihan.

5. TERLALU BANYAK MEMGGUNAKAN ASAM SALISILAT

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa asam salisilat bisa mengurangi minyak berlebih pada kulit. Tapi barus diperhatikan juga bahwa penggunaan asam salisilat tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan produksi minyak berlebih sebagai respons dari kulit terlalu kering.

Dari situasi ini dapat membuat kulit lebih berminyak dan rentan untuk timbul jerawat. Jika anda menggunakan serangkaian produk maka pastikan hanya satu produk yang menggunakan asam salisilat.

6. TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN TONER

Sama seperti asam salisilat, toner juga menjadi andalan untuk membersihkan wajah dari minyak selain untuk mengecilkan pori-pori. Toner juga dapat menjaga agar kulit tetap lembab. Perlu di ingat lagi ya, bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu hasilnya tidak akan baik. Sama selerti toner, jika di gunakan secara berlabihan terutama yang berbasis alkohol maka tidak akan baik untuk kulit.

Zat keras pada toner yang beralkohol dapat mengelupas kulit sehingga terasa kencang, gatal bahkan memerah. Jika terjadi seperti ini, maka kulit akan mencoba memgimbangi dengan memproduksi lebih banyak minyak. Jadi jika ingin menggunakan toner, maka gunakanlah toner yang tidak mengandung alkohol.

7. STRESS

Selama masa pandemi ini, tentunya banyak hal yang akan menjadi pikiran kita, mulai dari masalah ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Dalam situasi pandemi seperti ini kebanyakan dari kita akan mengalami banyak tekanan dan stress yang berlebih. Dan tentunya akan lebih banyak permasalahan yang terjadi dengan kulit wajah akibat stress.

Jika hati dan pikiran kita bahagia, maka wajah akan terlihat lebih fresh dan ceria. Sebaliknya, jika hati dan pikiran kita stess maka wajah akan terlihat bermasalah seperti kusam, berjerawat dan berminyak.

Ketika kita sedang merasa stress tubuh akan menghasilkan jumlah kortisol berlebih yang menyebabkan reaksi hormonal pemicu jerawat. Dan jerawat selalu dikaitkan dengan minyak berlebih di wajah. Pernahkah anda menggunakan serangkaian make up untuk menutupi jerawat diwajah?

Penggunaan make up saat wajah berjerawat berdampak buruk bagi kulit berminyak. Karena make up juga dapat menyumbat pori-pori. Cobalah untuk menghindari stress yang berlebihan. Karena stress juga memiliki efek negatif pada fungsi penghalang kulit, yang menyebabkan hilangnya air yang menghambat kemampuan kulit untuk melembabkan dirinya.***(arya)