Pakai masker #newnormal bikin jerawatan? Ini solusinya!

Sirkulasi udara hangat dalam masker ternyata bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri penyebab jerawat, milia, dan aneka masalah kulit wajah loh. Padahal di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal ini kita tidak bisa lepas dari masker dalam kegiatan sehari-hari. Iya kan? Lalu gimana dong?

Berikut saran para ahli kesehatan dan kecantikan kulit agar Anda tetap sehat bersih meski sering memakai masker, dalam wawancara dengan redaksi salah satu laman kesehatan dan kecantikan, Gettheglow.

Dr. Sophie Shotter, seorang dokter estetika yang telah bekerja di garis depan pada masa pandemi ini, mengatakan bahwa ia telah melihat secara langsung efek masker terhadap kulit wajah: “Saya melihat masalah besar pada rekan-rekan kerja; kulit hidung pecah-pecah, iritasi di daerah bermasker, lecet di pipi bagian lintasan tali dan berjerawat parah di bawah permukaan yang tertutup masker.”

Bukan hanya pekerja garis depan yang menderita; dalam Instagram Live baru-baru ini tentang jerawat (maskne, istilah acne akibat bermasker), ahli kulit Sam Bunting dan Emma Wedgeworth dibanjiri dengan pertanyaan tentang masker. Mereka menjelaskan bahwa masker anti-covid dapat menyebabkan maskne dan memberikan beberapa saran untuk masyarakat yang terdampak pandemik dalam hal urusan perawatan kulit dan make up.

Mengapa masker menyebabkan jerawat?

Keringat, bakteri dan uap air dari napas kita semua bercampur di bawah masker. Ini bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri. Bahkan ini dapat terjadi sebelum Anda menambahkan riasan yang menyumbat pori.

Dagu dan rahang seringkali merupakan area bermasalah bagi penderita maskne, dan menutupinya untuk periode waktu tertentu malah hanya akan memperburuk keadaannya.

Gesekan juga merupakan masalah yang terjadi karena masker; sebagaimana masalah yang terjadi pada pengguna helm sepeda dalam jangka waktu lama. Terjadi iritasi di sepanjang rahang Anda di mana terjadi gesekan dengan tali pengikatnya.

“Iritasi di area lokal dapat memicu jerawat,” jelas Dr. Sam Bunting. “Keringat yang dikombinasikan dengan gesekan dan tekanan berpotensi menyebabkan kerusakan pada kulit,” Dr. Anjali Mahto setuju.

Nah, jika itu terjadi, atau dalam rangka mencegah hal tersebut agar tidak terjadi pada wajah Anda, berikut ini adalah beberapa cara untuk menanggulangi dan mencegah maskne.

1. Bersihkan wajah

Tetap lakukan pembersihan lembut dengan gentle-cleanser berupa sabun atau pembersih wajah yang alami. Langkah pertama sangat sederhana, tetapi Anda harus konsisten dengan jadwal pembersihan wajah ini.

“Memastikan kulit dibersihkan secara menyeluruh dan dilembabkan dengan baik dapat membantu meringankan beberapa gejala ketidaknyamanan,” saran Dr. Anjali.

“Tetap gunakan pembersih tanpa wewangian atau bebas pewangi…dan pastikan Anda tetap melakukan pembersihan dua kali sehari. Hindari menggosok kulit Anda dengan handuk, gunakan tepuk-tepuk kering untuk menghindari iritasi ekstra,” lanjutnya.

“Mungkin Anda tergoda untuk menghilangkan perasaan kotor, sehingga membersihkan lebih dari dua kali sehari. Ini tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kekeringan, iritasi, dan kemerahan. Kecuali jika Anda sudah berkeringat, mungkin ada manfaatnya membersihkan segera sesudahnya, tetapi tetap gunakan pembersih lembut yang tidak akan mengiritasi kulit.”

Dr. Sam menyarankan agar menjauhi alat pembersih yang lebih kasar daripada ujung jari ketika membersihkan kulit yang teriritasi masker untuk menghindari gangguan lebih lanjut. Hindari minyak pembersih, face balm dan face butter, terutama minyak kelapa (non VCO), yang dapat bersifat komedogenik.

Periksa label komposisi berupa bahan-bahan berikut yang telah ditunjukkan di laboratorium bersifat komedogenik: isopropil miristat, propilen glikol, 2 miristil, propionat, dan lanolin.

2. Gunakan krim pelindung kulit (skin barrier

Pada hari-hari di mana kita harus bermasker, sangat penting untuk mengenakan krim ketahanan. Anda mungkin khawatir bahwa krim ketahanan barangkali komedogenik, menyumbat pori-pori dan menyebabkan bintik-bintik yang ingin Anda cegah. Dr. Sam meyakinkan kita bahwa ada krim ketahanan kulit yang non-komedogenik.

Untuk pagi hari, gunakan krim yang menghidrasi dan oklusif yaitu krim yang mengunci kelembapan dan mencegah bakteri, kata Dr. Sam.

Selain moisturizer, Dr. Anjali Mahto menyarankan krim siang hari untuk membantu meningkatkan fungsi ketahanan kulit.

Untuk malam hari, gunakan kembali moisturizer jika Anda memiliki kulit yang sangat kering atau teriritasi.

Sebagai alternatif, gunakan pelembab yang menenangkan tanpa aroma untuk kulit sensitif yang meningkatkan ketahanan kulit. Jika kulit Anda mulai terasa kering sepanjang hari dan Anda tidak dapat menggunakan kembali pelembab dengan mudah, Emma merekomendasikan pelembab mengandung niacinamide untuk mendapatkan hidrasi.

Niacinamide adalah bahan ampuh dalam memerangi jerawat yang diinduksi oleh masker, dan menjadi favorit Dr. Sam yang menggunakan dalam bentuk pelembab dan serum. “Menenangkan, meningkatkan ketahanan kulit dan anti-inflamasi,” jelasnya. Anda perlu menghindari bahan-bahan agresif (terutama retinoid) yang dapat membahayakan ketahanan kulit, karena akan terkena dampaknya, saran Dr Sophie Shotter.

3. Gunakan patch jerawat (pimple-patches)

Jika Anda memang sudah berjerawat sebelum ada ketentuan harus bermasker, gunakan pimple patch untuk menghentikan bakteri lebih lanjut yang bersentuhan dengan permukaan kulit sehat Anda lainnya. Dr. Terry mengatakan, “pada dasarnya ini mengkarantina area tersebut,” agar bakteri tidak menyebar ke area yang lebih luas.

4. Hindari make up

Hindari riasan jika memungkinkan. “Menyederhanakan riasan Anda adalah elemen paling penting dalam perang melawan jerawat yang ditimbulkan oleh masker,” kata Dr. Sophie.

“Riasan cenderung menghalangi pori-pori,” jelasnya. “Saat residu makeup bercampur dengan kehangatan napas kita yang terperangkap di bawah masker, kita pasti kulit wajah kita akan bermasalah. Saya akan merekomendasikan bebas make up atau menggunakan foundation yang memungkinkan kulit untuk bernafas. Contohnya saya memakai merk Oxygenetix di bawah APD saya selama pandemi dan tidak ada masalah apa pun.”

5. Gunakan masker dengan serat ramah kulit

Pilih bahan masker yang baik untuk kulit Anda. Sejumlah besar masker bermotif cantik mungkin tersedia, tetapi alih-alih membeli semata-mata karena estetika, lihat bahannya. Hindari serat sintetis, cari kapas dan serat alami seperti sutra yang tidak mengiritasi kulit.

Cuci setiap habis dipakai, buang jika sudah mengkerut. Kesesuaian dan kebersihan masker Anda juga sangat penting.

Dr. Terry menyarankan untuk mencuci masker secara teratur juga; dia menyarankan untuk menyemprotnya setelah setiap penggunaan dengan desinfektan yang dibuat dari setengah cangkir air suling, setengah cangkir cuka, sepuluh tetes minyak tea tree dan sepuluh tetes minyak peppermint.

Kesimpulan

Keringat, bakteri dan uap air dari napas kita semua bercampur di bawah masker dan menjadi tempat berkembang biak penyebab jerawat (maskne). Cara yang tepat untuk menghindari dan mengobati maskne adalah dengan rutin mencuci wajah dengan gentle cleanser seperti, sabun alami tanpa pewangi; menggunakan skin barrier seperti, pelembab dan serum; gunakan pimple patch agar jerawat tidak menyebar sekaligus tetap diobati; gunakan make up ringan atau tanpa make up sama sekali agar terhindar dari penyumbatan pori; dan jaga kebersihan masker berbahan ramah kulit. Semangat, para pejuang jerawat! ;p***(arya)